Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) berujung pada kebutuhan akan profesional andal di bidang perencanaan, pengembangan, pengoperasian, dan pengelolaan infrastruktur TI. Kebutuhan ini terutama dirasakan pada aktivitas institusi atau perusahaan yang memerlukan effisiensi, efektifitas, ketepatan,dan kecepatan pemrosessan transaksi yang tinggi. seperti sektor bisnis, finansial, manufaktur, dan distribusi. Sektor-sektor tersebut umumnya cukup cepat memanfaatkan perkembangan TI teranyar di pasar.
KETERBATASAN SDM
Selain itu, pesatnya implementasi TI pada perusahaan dan aktivitas bisnis dewasa ini membuat peluang bisnis TI seakan tak ada habisnya. Ya, dewasa ini berbagai sektor industri membutuhkan TI. Di balik itu, ternyata ada permasalahan yang harus dihadapi. apa saja masalahnya?
Yang pertama adalah kurangnya tenaga terampil TI yang memiliki kapabilitas yang tinggi. Masalah kedua adalah adanya kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan kebutuhan SDM yang terampil di bidang teknologi informasi. Ketiga, Masih banyak kalangan profesional yang belum melek IT. Dan yabg terakhir, masyarakat masih takut meghadapi perubahan, serta daya saingnya rendah.
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Bagaimana Cara meningkatkan kinerja dan produktivitas SDM yang sudah ada? Ada banyak caranya bisa lewat training, seminar, kursus, dan workshop. Bukan cuma karyawan yang harus digenjot kinerjanya, tetapi juga seluruh lini yang ada di organisasi atau perusahaan. pasalnya, kini SDM tak hany berperan sebagai sarana untuk mencapai tujuan perusahaan saja. SDM telah memasuki tahapan sebagai mitra perusahaan.
UU No.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan bisa dilaksankan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan luar sekolah di selenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tak harus berjenjang, pun tak harus berkesinambungan. Satupun pendidikan keterampilan, atau satuan pendidikan lain yang sejenis.
Di tengah krisis ekonomi seperti sekarang, kursus dan lembaga pendidikan keterampilan barangkali harus lebih diutamakan. Kegiatan kursus bukan hanya memberi harapan pada anak putus sekolah yang sulit mencari kerja, tetapi juga memberikan jalan bagi banyaknya jumlah lulusan SMu yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Tak heran jika lembaga kursus selalu mendapat tempat di hati masyarakat.
Di tangan para pengelolanya, lembaga pendidikan semacam ini bisa bergerak cepat mengikuti irama perkembangan dan tuntutan yang terjadi di masyarakat. Menurut mereka, lulusan SMU yang akan memasuki Perguruan Tinggi perlu berpikir ulang, baik mengenai biaya maupun lama waktu belajar yang harus di tempuh. Apalagi setelah selesai kuliah, lulusan Perguruan Tinggi pun belum tentu mudah mendapatkan pekerjaan.
Beradasarkan fungsinya, jenis-jenis lembaga kursus dapat di kategorikan menjadi tiga. pertama, jenis bimbingan tes yang bertujuan meningkatkan kemampuan belajar melalui pelajaran tambahan untuk bidang-bidang tertentu. Seperti IPA, Matematika, Bahasa Inggris. sasarannya adalah pelajar SD sampai tingkat SMU. Tapi ada juga yang khusus untuk pelajar pada tingkat tertentu, misalnya siswa kelas III SMU yang akan mengikuti tes masuk Perguruan Tinggi.
Jenis kedua adalah kursus keterampian yag bertujuan untuk memberi atau meningkatkan keterampilan . contohnya kursus mengetik, bahasa asing , akuntansi, montir, menjahit, atau percetakan. Sasaran lembaga ini mayoritas adalah para lulusan SMP dan SMU yang memerlukan Sertifikat keterampilan untuk mencari kerja.
Jenis kursus yang ketiga adalah kursus pengembangan profesi. Contohnya seperti kursus komputer (TI), sekretaris atau humas perusahaan, akuntan publik, dan kursus kepribadian. Sasarannya adalah tamatan SMU dan Perguruan Tinggi, mulai dari yang belum bekerja, serta ingin meningkatkan profesionalismenya. Jenis kursus ketiga ini utamanya bertujuan untuk membentuk citra pesertanya dalam masyarakat, jadi tak sekedar memberikan keterampilan teknis saja.
KETERBATASAN SDM
Selain itu, pesatnya implementasi TI pada perusahaan dan aktivitas bisnis dewasa ini membuat peluang bisnis TI seakan tak ada habisnya. Ya, dewasa ini berbagai sektor industri membutuhkan TI. Di balik itu, ternyata ada permasalahan yang harus dihadapi. apa saja masalahnya?
Yang pertama adalah kurangnya tenaga terampil TI yang memiliki kapabilitas yang tinggi. Masalah kedua adalah adanya kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan kebutuhan SDM yang terampil di bidang teknologi informasi. Ketiga, Masih banyak kalangan profesional yang belum melek IT. Dan yabg terakhir, masyarakat masih takut meghadapi perubahan, serta daya saingnya rendah.
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Bagaimana Cara meningkatkan kinerja dan produktivitas SDM yang sudah ada? Ada banyak caranya bisa lewat training, seminar, kursus, dan workshop. Bukan cuma karyawan yang harus digenjot kinerjanya, tetapi juga seluruh lini yang ada di organisasi atau perusahaan. pasalnya, kini SDM tak hany berperan sebagai sarana untuk mencapai tujuan perusahaan saja. SDM telah memasuki tahapan sebagai mitra perusahaan.
UU No.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan bisa dilaksankan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan luar sekolah di selenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tak harus berjenjang, pun tak harus berkesinambungan. Satupun pendidikan keterampilan, atau satuan pendidikan lain yang sejenis.
Di tengah krisis ekonomi seperti sekarang, kursus dan lembaga pendidikan keterampilan barangkali harus lebih diutamakan. Kegiatan kursus bukan hanya memberi harapan pada anak putus sekolah yang sulit mencari kerja, tetapi juga memberikan jalan bagi banyaknya jumlah lulusan SMu yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Tak heran jika lembaga kursus selalu mendapat tempat di hati masyarakat.
Di tangan para pengelolanya, lembaga pendidikan semacam ini bisa bergerak cepat mengikuti irama perkembangan dan tuntutan yang terjadi di masyarakat. Menurut mereka, lulusan SMU yang akan memasuki Perguruan Tinggi perlu berpikir ulang, baik mengenai biaya maupun lama waktu belajar yang harus di tempuh. Apalagi setelah selesai kuliah, lulusan Perguruan Tinggi pun belum tentu mudah mendapatkan pekerjaan.
Beradasarkan fungsinya, jenis-jenis lembaga kursus dapat di kategorikan menjadi tiga. pertama, jenis bimbingan tes yang bertujuan meningkatkan kemampuan belajar melalui pelajaran tambahan untuk bidang-bidang tertentu. Seperti IPA, Matematika, Bahasa Inggris. sasarannya adalah pelajar SD sampai tingkat SMU. Tapi ada juga yang khusus untuk pelajar pada tingkat tertentu, misalnya siswa kelas III SMU yang akan mengikuti tes masuk Perguruan Tinggi.
Jenis kedua adalah kursus keterampian yag bertujuan untuk memberi atau meningkatkan keterampilan . contohnya kursus mengetik, bahasa asing , akuntansi, montir, menjahit, atau percetakan. Sasaran lembaga ini mayoritas adalah para lulusan SMP dan SMU yang memerlukan Sertifikat keterampilan untuk mencari kerja.
Jenis kursus yang ketiga adalah kursus pengembangan profesi. Contohnya seperti kursus komputer (TI), sekretaris atau humas perusahaan, akuntan publik, dan kursus kepribadian. Sasarannya adalah tamatan SMU dan Perguruan Tinggi, mulai dari yang belum bekerja, serta ingin meningkatkan profesionalismenya. Jenis kursus ketiga ini utamanya bertujuan untuk membentuk citra pesertanya dalam masyarakat, jadi tak sekedar memberikan keterampilan teknis saja.
